Amazing Japan #2: First Day Tour
Let's we start this!
Tempat pertama yang dikunjungi adalah bisa disebut museum ocha. Disana, kami belajar tradisi orang Jepang saat upacara minum teh matcha. Ada aturan minumnya, gak sembarangan minum. Setiap gerakan ada maknanya. Rasanya matcha itu tawar. Ya, tawar. bukan manis yang seperti kalian tahu.
Sebelum minum teh, biasanya disuguhi dengan kue. Kue yang disajikan sesuai musimnya. Unik, ya? Kue yang kami dapat yaitu kue bulat berwarna hijau dan pink, berisi kacang merah. Rasanya? Enak pastinya. Eits, makan kue juga ada aturannya. Jadi, harap diikuti.
Gimana cara bikin matcha-nya? Diajari juga dong cara membuatnya. Bubuk matcha dari daun tehnya dimasukkan ke dalam mangkok, lalu ditambah air panas dari sebuah teko begitu. Kemudian, aduk dengan semacam kuas. Aduknya seperti mengocok. Aduk sampai berbusa dan minum.
Setiap acara minum teh, ada temanya tersendiri. Setiap tema punya makna juga. Hmm, bagus sekali budayanya terus dibudidayakan.
Oh, ya! Orang Jepang ini juga suka mengucapkan terima kasih. Dalam aturan makan dan minum tadi, banyak sekali ucapan terima kasih. Semoga kita juga bisa begini.
Acara selanjutnya, keliling sekitar museum. Deretan hal sejenis pameran dan catatan seperti catatan sejarah bisa kita lihat. Kalau gak salah, disana juga ada jual souvenir yang berhubungan dengan acara minum teh, seperti kuasnya, matcha-nya, dan lain-lain. dengar cerita ini, ada yang tertarik mengunjungi tempat ini?
Lanjut terus perjalanannya. Kali ini ke museum penanggulangan tsunami. Di tempat itu kami belajar banyak hal tentang tsunami, seperti asal-usulnya, peristiwa tsunami yang pernah terjadi, dan juga cara penanggulangannya.
Yang menurut gue WOW, kami ikut simulasi tsunami. Simulasinya seperti nonton gitu. Tapi, layarnya depan-kanan-kiri, besar pokoknya. Ditambah dengan speaker yang menggelegar bahkan di bawah kaki kami. Pasti gimana gitu rasanya.
Di Jepang, ada standar dalam penanggulangan bencana alam, seperti gempa. Anak-anak hingga dewasa sudah dilatih untuk itu. Sehingga saat terjadi bencana, tidak ada yang panik. Walaupun cemas, tapi tetap tenang. Keren, ya? Semoga Indonesia bisa mencontoh Jepang seperti itu.
Perjalanan hari pertama selesai. Yang pastinya malam itu, kami tidak tidur di hotel, melainkan di Cruise alias kapal pesiar! Wow! Mau tahu lebih lanjut? Tunggu aja episode berikutnya.
See you!!!
*maaf kali ini tidak ada gambar:😑)
Tempat pertama yang dikunjungi adalah bisa disebut museum ocha. Disana, kami belajar tradisi orang Jepang saat upacara minum teh matcha. Ada aturan minumnya, gak sembarangan minum. Setiap gerakan ada maknanya. Rasanya matcha itu tawar. Ya, tawar. bukan manis yang seperti kalian tahu.
Sebelum minum teh, biasanya disuguhi dengan kue. Kue yang disajikan sesuai musimnya. Unik, ya? Kue yang kami dapat yaitu kue bulat berwarna hijau dan pink, berisi kacang merah. Rasanya? Enak pastinya. Eits, makan kue juga ada aturannya. Jadi, harap diikuti.
Gimana cara bikin matcha-nya? Diajari juga dong cara membuatnya. Bubuk matcha dari daun tehnya dimasukkan ke dalam mangkok, lalu ditambah air panas dari sebuah teko begitu. Kemudian, aduk dengan semacam kuas. Aduknya seperti mengocok. Aduk sampai berbusa dan minum.
Setiap acara minum teh, ada temanya tersendiri. Setiap tema punya makna juga. Hmm, bagus sekali budayanya terus dibudidayakan.
Oh, ya! Orang Jepang ini juga suka mengucapkan terima kasih. Dalam aturan makan dan minum tadi, banyak sekali ucapan terima kasih. Semoga kita juga bisa begini.
Acara selanjutnya, keliling sekitar museum. Deretan hal sejenis pameran dan catatan seperti catatan sejarah bisa kita lihat. Kalau gak salah, disana juga ada jual souvenir yang berhubungan dengan acara minum teh, seperti kuasnya, matcha-nya, dan lain-lain. dengar cerita ini, ada yang tertarik mengunjungi tempat ini?
Lanjut terus perjalanannya. Kali ini ke museum penanggulangan tsunami. Di tempat itu kami belajar banyak hal tentang tsunami, seperti asal-usulnya, peristiwa tsunami yang pernah terjadi, dan juga cara penanggulangannya.
Yang menurut gue WOW, kami ikut simulasi tsunami. Simulasinya seperti nonton gitu. Tapi, layarnya depan-kanan-kiri, besar pokoknya. Ditambah dengan speaker yang menggelegar bahkan di bawah kaki kami. Pasti gimana gitu rasanya.
Di Jepang, ada standar dalam penanggulangan bencana alam, seperti gempa. Anak-anak hingga dewasa sudah dilatih untuk itu. Sehingga saat terjadi bencana, tidak ada yang panik. Walaupun cemas, tapi tetap tenang. Keren, ya? Semoga Indonesia bisa mencontoh Jepang seperti itu.
Perjalanan hari pertama selesai. Yang pastinya malam itu, kami tidak tidur di hotel, melainkan di Cruise alias kapal pesiar! Wow! Mau tahu lebih lanjut? Tunggu aja episode berikutnya.
See you!!!
*maaf kali ini tidak ada gambar:😑)
Komentar
Posting Komentar